Showing posts with label Kurikuler. Show all posts
Showing posts with label Kurikuler. Show all posts

Sunday, 10 April 2016

APLIKASI KKM KURIKULUM 2013 JENJANG SMP MENGGUNAKAN MS EXCEL

Sudah sejak 3 tahun yang lalu, kurikulum 2013 mulai dilaksanakan di Indonesia. Kurikulum ini adalah pengganti atau lebih tepatnya sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum 2006. Penyempurnaan dilakukan pada 4 standar dari 8 Standar Nasional Pendidikan yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian. Untuk empat standar lain, yaitu Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan tidak mengalami perubahan.

Tulisan ini, bersinggungan dengan 2 elemen yang berubah yaitu Standar Isi dan Standar Penilaian. Sesuai dengan Panduan Penilaian untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2015, maka guru perlu menyusun nilai Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) atau Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan pedoman tersebut, KKM aspek sikap spiritual dan sosial (KI-1 dan KI-2) minimal adalah BAIK, sedangkan KKM  aspek pengetahuan dan keterampilan minimal adalah 60. Satuan pendidikan dapat menetapkan KBM/KKM lebih dari 60 sesuai dengan memperhatikan kemampuan awal  siswa, kerumitan kompetensi, dan keadaan sumber daya pendidikan di satuan pendidikan tersebut.

Nah, untuk memenuhi tuntutan pemenuhan dokumen KKM oleh guru tersebut, maka saya mencoba membuat sebuah aplikasi berbasis Ms Excel yang digunakan untuk menyusun KKM jenjang SMP. Aplikasi ini saya beri motto: 1 untuk 39, artinya cukup 1 file bisa digunakan untuk 13 mata pelajaran dan 3 tingkat kelas, artinya 1 file yang saya buat bisa digunakan oleh seluruh guru mata pelajaran yang mengajar di SMP. Guru tidak perlu menginput KD karena KD semua mata pelajaran dari kelas 7 sampai kelas 9 sudah saya masukkan di dalamnya.

Berikut ini screen shootnya:






Berikut ini link uji-cobanya, saya baru memasukkan untuk kelas 7 saja. Klik Dropbox.UNDUH
Semoga bermanfaat....
>>Baca Selengkapnya:....

Saturday, 12 December 2015

Perangkat Pembelajaran SMP

Berikut ini perangkat pembelajaran guru untuk semester 2 TP 2015/2016.

Untuk guru mata pelajaran terdiri dari:
  1. Program Tahunan (PROTA), 
  2. Program Semester (PROSEM), 
  3. Perhitungan Minggu Efektif (PME), 
  4. Perhitungan Alokasi Waktu (PAW), 
  5. Rancangan Penilaian, 
  6. Analisis Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD),
  7. Analisis Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), 
  8. Program Pertemuan (PROPER) Kegiatan Pembelajaran Harian, 
  9. Kalender Pembelajaran per Mata Pelajaran,
  10. Absensi dan Penilaian,
  11. Jurnal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),
  12. Dokumen Bahan Ajar, termasuk yang berbasis teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK),
  13. Silabus, 
  14. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
Untuk konselor terdiri dari:
  1. Program Tahunan (PROTA), 
  2. Program Umum Bimbingan dan Konseling (PUBK),
  3. Program Semester (PROSEM), 
  4. Perhitungan Minggu Efektif (PME), 
  5. Perhitungan Alokasi Waktu (PAW), 
  6. Rancangan Penilaian, 
  7. Analisis Layanan BK,
  8. Program Pertemuan (PROPER) Kegiatan Layanan Harian, 
  9. Kalender Layanan BK,
  10. Absensi dan Penilaian,
  11. Jurnal Kegiatan Layanan
  12. Dokumen Bahan Layanan, termasuk yang berbasis teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK),
  13. Silabus, 
  14. Rencana Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling (RPBK)
Prinsip umum penyusunan perangkat pembelajaran adalah:
  1. Setiap guru/konselor wajib mengembangkan perangkat pembelajaran pada awal semester, sebelum KBM dilaksanakan.
  2. Perangkat pembelajaran wajib memenuhi kriteria standar yang diberlakukan di sekolah.
  3. Perangkat pembelajaran merupakan dokumen yang menjadi pedoman penerapan kurikulum di tingkat sekolah.
Hal-hal yang wajib diperhatikan adalah:
  1. Semua data SK dan KD wajib bersumber dari STANDAR ISI.
  2. Rumusan kalimatnya harus sama, tanpa dikurangi.
  3. Gunakan kodifikasi (penomoran) yang sama dengan Standar Isi.
  4. Pengecualian pada Bahasa Lampung dan BK, karena tidak ada dalam SI, maka yang diwajibkan adalah konsistensi dalam penulisan dan penomorannya.
  5. Rumusan Indikator (termasuk tujuan pembelajaran) pada semua dokumen perangkat, HARUS SAMA.
  6. ALOKASI WAKTU atau JUMLAH ALOKASI WAKTU pada semua dokumen perangkat harus sama atau bersesuaian.
Beberapa foto kegiatan workshop penyusunan perangkat pembelajaran yang dilaksanakan dari tanggal 7 - 11 Desember 2015:













Berikut ini beberapa hasil kerja guru, jika dipassword, silakan minta lewat komentar.
5. Perangkat KBM Matematika SMP Kurikulum 2006:
    Kelas VIII:
    a. 0508-Program_1516 MTK-8 By Gnt
    b. Silabus Kelas 8
>>Baca Selengkapnya:....

Sunday, 29 November 2015

Mengisi Bak Mandi dengan Ember

Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuk 60 cm. Bak tersebut akan diisi dengan ember berbetuk kerucut terpancung dengan jari-jari bawah 7 cm, jari-jari atas 14 cm, dan tinggi 30 cm. Berapa emberkah yang diperlukan untuk mengisi bak mandi sampai penuh?

Penyelesaian:

Rusuk bak = s = 60
Ember = Kerucut Terpancung, R = 14, r = 7, t = 30



                                      

                                      

                                      

                                       = 20,05534

Jadi akan penuh, sekurangnya 21 ember.

>>Baca Selengkapnya:....

Luas Daerah Bulan Sabit Pada Sisi Segitiga Siku-Siku

Perhatikan gambar berikut!

Jika diketahui AB = 9 cm dan AC = 12 cm, berapakah luas daerah terarsir?

Alternatif Penyelesaian:
AB = 9 cm dan AC = 12 cm
sehingga Luas daerah terarsir 
= 0,5 x 9 x 12 
= 54 .


Cara Lain:

AB = 9 cm dan AC = 12 cm, maka BC = 15 cm.
Luas daerah setengah lingkaran CAB


Luas daerah setengah lingkaran CEA


Luas daerah setengah lingkaran BFA


Luas daerah segitiga ABC
= 54 .

Perhatikan bahwa Luas I + Luas II
Luas daerah setengah lingkaran CEA + Luas daerah setengah lingkaran BFA - (Luas daerah setengah lingkaran CAB - Luas daerah segitiga ABC)


= 54 .

Bagi yang menginginkan gambar di atas dalam bentuk Ms. Word silakan https://www.dropbox.com/unduh
>>Baca Selengkapnya:....

Thursday, 19 November 2015

Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun 2016

Ujian Nasional tahun 2016 dilaksanakan sekitar bulan April. Berikut ini beberapa soal untuk latihan:

  1. Level-1 terdiri dari 10 butir soal waktu 40 menit 7 detik.
  2. Level-2 terdiri dari 10 butir soal waktu 40 menit 7 detik.
  3. ...
>>Baca Selengkapnya:....

Friday, 12 September 2014

PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI, INFORMASI, DAN KOMUNIKASI


Oleh
GUNANTO

Pembelajaran berbasis TIK diidentikkan dengan pembelajaran yang memanfaatkan peralatan pokok berupa komputer  oleh guru dan siswa. Selain itu, kegiatan pembelajaran tersebut perlu didukung oleh sebuah jaringan lokal yang memiliki server sebagai sumber informasi dan komunikasi pokok atau terhubung secara online dengan jaringan internet. Tersedianya dua komponen berupa komputer dan jaringan internet yang memadai saja tentu belum cukup untuk terselenggaranya sebuah proses pembelajaran. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar pembelajaran berbasis TIK dapat terwujud. Berikut ini persyaratan yang dinilai paling pokok.

1.     Setiap siswa dan guru masing-masing memiliki laptop dengan spesifikasi:
  •  Operating System diseragamkan Windows 7/8
  •  Ms Office 2007 atau lebih baru.
  •  RAM 2 Gb atau lebih.
  •  Hardisk 100 Gb atau lebih.
  •  Dilengkapi dengan aplikasi minimal: Nitro Reader, WinRar/Zip, Wifi, dan Bluetooth.

  • 2.    Setiap siswa dan guru memiliki kompetensi dasar minimal:
    • Menghidupkan dan mematikan laptop dengan prosedur yang benar.
    • Merawat, menjaga, dan menggunakan laptop secara benar/bertanggung jawab.
    • Menggunakan aplikasi Ms Office pokok yaitu Ms Word, PowerPoint, dan Excel.
    • Mengelola dan menggunakan akun email pribadi secara bertanggung jawab.
    • Mengelola dan menggunakan salah satu akun drive online misalnya Google-drive, SkyDrive, atau 4Shared.
    • Memanfaatkan MMP untuk presentasi.
    3.    Setiap guru memiliki kompetensi pembelajaran minimal:
    • Menerapkan pendekatan ilmiah (saintifik) yaitu pembelajaran melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi/menalar, dan mengomunikasikan.
    • Mengelola kelas secara efektif.
    • Menggunakan website atau blog untuk pembelajaran.
    • Mengatasi  berbagai masalah (misoperasi) laptop baik milik guru itu sendiri dan milik siswa.
    4.    Perangkat/peralatan di dalam ruang kelas, minimal terdiri dari:
    • Multi media projector (MMP) 1 unit.
    • Wifi zone, berdasarkan pengalaman sebuah TP Link merk TL-WA5210G mampu digunakan akses bersama secara normal untuk 10 laptop, sehingga untuk 32 siswa perlu 3 TP Link merk tersebut.   
    • Sound system, minimal speaker aktiv 1 set.
    • Kipas angin (wall fan) 4 unit atau lebih, lebih disarankan ruangan full AC.
    • Jaringan listrik yang mencukupi (36 lubang colokan tersebar dalam ruang).
    • Printer, direkomendasikan merk Epson seri L110 terbaru.
    • Lemari penyimpanan peralatan yang kuat/aman (dapat dikunci).

    Pilihan model pembelajaran yang dapat diterapkan:
    1.     Model-1: Pembelajaran Klasik
        Tahapan dalam pembelajaran:
    1. Membaca modul/materi yang telah disiapkan guru.
    2. Menanya tentang  hal-hal yang kurang jelas atau hal-hal lain yang berkaitan dengan materi pokok. Catatan-1:     Guru dapat terlebih dahulu memberi contoh pertanyaan melalui PPt atau secara lisan jika tidak ada siswa yang mencoba menanya.
    3. Mengumpulkan informasi tambahan melalui buku siswa, buku referensi yang direkomendasikan guru, atau secara online dalam internet.  Catatan-2:     Membuat resume minimum 3 kalimat yang merupakan inti informasi yang berhasil diperoleh. Hasil resume dapat dikirim ke email guru atau ditulis dalam secarik kertas dan dikumpulkan kepada guru. Guru dapat memberi penguatan secara lisan atau melalui PPt.
    4. Mendownload bahan diskusi dari blog guru, kemudian mendiskusikannya dalam kelompok. Catatan-3:     Bahan diskusi guru sebaiknya berupa file word atau excel yang diberi password untuk membukanya, guru dapat mengupload bahan diskusi tersebut sehingga siswa dapat mendownloadnya beberapa hari sebelumnya, bisa dengan cara diberi tahu guru, kemudian password diberikan guru dalam proses KBM.
    5. Perwakilan kelompok ditunjuk untuk mempresentasikan hasil diskusi. Catatan-4:    Guru membimbing jalannya diskusi dan diperkenankan mengarahkan pada proses atau pemecahan masalah yang benar tetapi tidak diperkenankan mendominasi dalam diskusi tersebut.
    6. Membuat resume atau rangkuman.
    7. Mengerjakan tugas individu. Catatan-5:     Tugas ini tidak bersifat mutlak, tetapi harus menyesuaikan RPP atau alokasi waktu yang masih tersedia.
    8. Memberikan tugas di rumah. Catatan-6:    Bisa berupa PR, tugas mendownload file dari blog guru, atau mencari informasi tertentu dari internet atau sumber lainnya. Sesuaikan dengan RPP.

    2.    Model-2: Pembelajaran Klasik Plus+
    Pra Pembelajaran:
    Siswa telah diberi tugas secara individu beberapa hari sebelum pertemuan. Setiap siswa mengirimkan hasil tugasnya via email atau flashdisk sebelum hari H proses pembelajaran. Guru telah membaca, memeriksa, dan memberi nilai terhadap hasil tugas siswa yang dikirimkan tersebut. Guru menyusun reviu terhadap seluruh hasil kerja siswa terutama pada bagian-bagian yang terbaik/benar dan terburuk/salah. Jika ada siswa yang belum mengumpulkan sampai batas waktu yang diberikan, guru diperkenankan menghubungi orang tua via telepon atau email.

    Tahapan dalam pembelajaran:
    1. Mendiskusikan hasil tugas siswa berdasarkan reviu  guru bisa melalui PPt atau dibacakan secara lisan oleh guru/siswa yang ditunjuk. Catatan-1:    Hasil reviu guru yang bernilai/berisi hal negatif/buruk/salah hendaknya tidak diketahui cuplikan dari hasil kerja siswa tertentu, tetapi boleh dikomunikasikan kepada siswa secara personal. Hasil reviu guru yang bernilai/berisi hal positif/baik/benar diperkenankan diketahui cuplikan dari hasil kerja siswa tertentu dengan menyebut namanya bertujuan untuk memberikan penghargaan dan motivasi.
    2. Untuk langkah ke-2 sampai ke-8 secara garis besar sama dengan langkah pada Model-1.

    3.    Model-3: Berkirim Email
    Pra Pembelajaran:
    • Guru menyusun tugas individu.
    • Tugas dikirim ke email semua siswa.
    • Siswa mengunduh file tugas dari email, dan menyelesaikan tugas tersebut.
    • Siswa mengirim tugas kepada seluruh teman sekelas dan guru pengajar.
    • Setiap siswa membuat resume atau reviu dari karya teman-temannya.
    • Setiap siswa mengirim hasil resume atau reviunya kepada guru.
    • Guru membaca dan mereviu seluruh karya siswa dan memilih yang terbaik.
    Tahapan dalam pembelajaran:
    1. Mendiskusikan hasil tugas terbaik siswa berdasarkan reviu  guru bisa melalui PPt atau dibacakan secara lisan oleh guru/siswa yang ditunjuk.
    2. Untuk langkah ke-2 sampai ke-8 secara garis besar sama dengan langkah pada Model-1.
>>Baca Selengkapnya:....

Sunday, 6 July 2014

TELAAH IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

oleh
Gunanto
 
RASIONAL
Hari-hari pada akhir bulan Mei sampai dengan pertengahan bulan Juli tahun 2014, merupakan hari-hari yang menyibukkan bagi praktisi pendidikan khususnya kepala sekolah dan guru. Pemerintah telah menegaskan bahwa seluruh sekolah mulai jenjang SD sampai SMA/SMK wajib menerapkan kurikulum 2013 yang merupakan penyempurnaan kurikulum 2006. Kegiatan berupa pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi kepala sekolah dan guru untuk mempersiapkan diri mengimplementasikan kurikulum 2013 gencar dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seringkali muncul pertanyaan, mengapa setiap ganti menteri harus ganti kurikulum?, apa sih kurikulum itu?, Kurikulum yang sebelumnya saja belum selesai diimplementasikan atau belum terlihat hasilnya, kok sudah ganti lagi?, atau apakah benar kurikulum 2013 ini kurikulum baru?. Melalui artikel singkat ini saya ingin mencoba berbagi pengetahuan tentang apa dan bagaimana implementasi kurikulum 2013 yang sudah diujicobakan implementasinya pada beberapa sekolah pada tahun pelajaran 2013/2014 dan mulai serentak se-Indonesia pada tahun pelajaran 2014/2015 ini.
Kurikulum menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (19) adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.
Pengembangan kurikulum perlu dilakukan dan mulai diimplementasikan tahun 2013 karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal. Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), standar isi (SI), standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan (SKL). Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif.  Terkait dengan perkembangan penduduk, SDM usia produktif yang melimpah apabila memiliki kompetensi dan keterampilan akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya. Namun, apabila tidak memiliki kompetensi dan keterampilan tentunya akan menjadi beban pembangunan. Oleh sebab itu, tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar SDM usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi SDM yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban.
Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka. Tantangan masa depan yang segera dan sudah mulai dihadapi bangsa Indonesia adalah era globalisasi terkait WTO, ASEAN Community, APEC, dan CAFTA. Persepsi masyarakat terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, ekonomi berbasis pengetahuan, kebangkitan industri kreatif dan budaya, pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains, mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan, dan materi TIMSS dan PISA. Di sisi lain, out put pendidikan dituntut memiliki:
• kemampuan berkomunikasi.
• kemampuan berpikir jernih dan kritis.
• kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan.
• kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab.
• kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda.
• kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal.
• minat luas dalam kehidupan.
• kesiapan untuk bekerja.
• kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya.
• rasa tanggungjawab terhadap lingkungan.
Sementara itu persepsi masyarakat terhadap dunia pendidikan saat ini di antaranya bahwa kurikulum terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter.
Di bidang perkembangan pengetahuan dan pedagogi maka perlu segera menguasai dan mengembangkan bidang neurologi, psikologi, dan observation based [discovery] learning dan collaborative learning. Dan sisi lain dunia pendidikan Indonesia saat ini yang diwarnai dengan maraknya perkelahian pelajar, kecurangan dalam ujian (mencontek), pemakaian narkoba di kalangan pelajar, plagiarisme karya tulis, korupsi, dan gejolak masyarakat (social unrest).

ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM 2013
Elemen perubahan kurikulum 2013 terjadi pada 4 bagian yaitu SKL, SI, standar proses, dan standar penilaian. Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. SKL terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. SKL digunakan sebagai acuan utama pengembangan SI, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Elemen perubahan kurikulum 2013 digambarkan sebagai berikut.
Dengan memperhatikan gambar di atas, elemen perubahan kurikulum 2013 sesungguhnya tidak menyeluruh tetapi hanya pada 4 dari 8 standar nasional pendidikan, yaitu penyempurnaan standar isi   standar penilaian, standar proses, dan standar kompetensi lulusan. Dengan demikian, sesungguhnya kurikulum 2013 adalah dianggap sebagai penyempurnaan dari kurikulum 2006, bukan pengganti. Di sisi lain, istilah kurikulum 2013 tetap KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, artinya sekolah wajib menyusun dokumen kurikulum sebagaimana pada implementasi kurikulum 2006.
Pada kurikulum 2013, secara hierarkis SKL diturunkan dari kebutuhan, SI diturunkan dari SKL melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai.
SI merupakan kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi peserta didik untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. SI berisi Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). KI adalah terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas
yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills. 
Keseimbangan antara sikap, keterampilan dan pengetahuan untuk membangun soft skills dan hard skills digambarkan dalam diagram berikut.


 
Setiap tingkat kompetensi berimplikasi terhadap tuntutan proses  pembelajaran dan penilaian. Hal ini bermakna bahwa pembelajaran dan  penilaian pada tingkat yang sama memiliki karakteristik yang relatif sama dan  memungkinkan terjadinya akselerasi belajar dalam 1 (satu) tingkat kompetensi. Selain itu, untuk tingkat kompetensi yang berbeda menuntut pembelajaran dan penilaian dengan fokus dan penekanan yang berbeda pula. Semakin tinggi tingkat kompetensi, semakin kompleks intensitas pengalaman belajar peserta didik dan proses pembelajaran serta penilaian.

KOMPENTENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
KI berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, KI merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal KD. Organisasi vertikal KD adalah  keterkaitan antara konten KD satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara  konten KD satu mata pelajaran dengan konten KD dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.
Kompetensi yang bersifat generik mencakup 3 (tiga) ranah yakni sikap,  pengetahuan dan keterampilan. Ranah sikap dipilah menjadi sikap spiritual  dan sikap sosial. Pemilahan ini diperlukan untuk menekankan pentingnya  keseimbangan fungsi sebagai manusia seutuhnya yang mencakup aspek  spiritual dan aspek sosial sebagaimana diamanatkan dalam tujuan pendidikan  nasional. Dengan demikian, Kompetensi yang bersifat generik terdiri atas 4  (empat) dimensi yang merepresentasikan sikap spiritual (KI-1), sikap sosial (KI-2), pengetahuan (KI-3), dan keterampilan (KI-4). Kompetensi yang berkenaan dengan sikap spiritual dan sosial diajarkan atau dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (KI-3) dan penerapan pengetahuan (KI-4).
KD merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari KI. KD adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang bersumber pada KI yang harus dikuasai oleh peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. KI dan KD untuk seluruh jenjang pendidikan pada kurikulum 2013 disusun dan ditetapkan oleh pemerintah, tentunya dengan melibatkan para ahli di bidangnya. Sekolahlah yang berkewajiban mewujudkan KI dan KD dalam proses pembelajaran.

BUKU GURU DAN BUKU SISWA
Salah satu  bagian yang berubah signifikan dalam implementasi kurikulum 2013 adalah penggunaan buku guru dan  buku siswa yang sama bagi seluruh sekolah se-Indonesia. Buku tersebut disediakan bagi seluruh guru dan siswa oleh pemerintah. Sekolah atau siswa tidak dibebani pembelian buku sebagaimana masih terjadi pada implementasi kurikulum sebelumnya.
 
PENDEKATAN PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013
Proses pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Proses mengamati dilakukan siswa melalui membaca, mendengar, menyimak, dan melihat (tanpa atau dengan alat). Proses menanya dilakukan siswa melalui mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik). Proses mengumpulkan informasi dilakukan siswa dalam bentuk kegiatan melakukan   eksperimen membaca sumber lain selain buku teks mengamati objek/kejadian, dan aktivitas wawancara   dengan narasumber. Proses mengasosiasi dilakukan dengan cara mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi dan pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan. Proses mengkomunikasikan adalah kegiatan siswa dalam menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.
Pembelajaran saintifik menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran untuk semua mata pelajaran, menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu [discovery learning], serta menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis, dan kreatif. Adapun model pembelajaran yang direkomendasikan sesuai dengan pendekatan saintifik adalah model discovery learning, project based learning, dan problem based learning.

PENILAIAN DALAM KURIKULUM 2013
Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bagian dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik secara individual.
Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang  Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.
Secara ringkas, kompetensi sikap spiritual yang dinilai mencakup kompetensi inti ‘menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya’, sedangkan kompetensi sikap sosial mencakup ‘menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya’.
Penilaian sikap menggunakan 4 cara yaitu observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, dan jurnal guru. Minimal guru wajib menilai sikap spiritual, jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, santun, percaya diri. Guru diperkenankan memperluas atau menambah sikap-sikap yang dikembangkan dan dinilai didasarkan pada KD atau KI. Hasil penilaian sikap dituangkan dalam skala 1 – 4 dan dilaporkan dalam bentuk kualitatif Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K).
Penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan merupakan bagian dari penilaian pendidikan. Dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan dijelaskan bahwa penilaian pendidikan merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian pencapaian kompetensi peserta didik yang mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian pencapaian kompetensi peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Standar ini dalam level sekolah dikenal dengan istilah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).
Adapaun penilaian pengetahuan dapat diartikan sebagai penilain potensi intelektual yang terdiri dari tahapan mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi (Anderson & Krathwohl, 2001). Seorang pendidik perlu melakukan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi pengetahuan peserta didik. Penilaian terhadap pengetahuan peserta didik dapat dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Tes tulis dapat berbentuk pretes, postes, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian sekolah, ujian nasional. Tes lisan berbentuk daftar pertanyaan yang diajukan kepada siswa pada akhir kegiatan pembelajaran pada sebuah pertemuan. Penugasan diberikan guru pada saat pembelajaran atau setelah selesainya satu pertemuan misalnya berupa pekerjaan rumah (PR). Kegiatan penilaian terhadap pengetahuan tersebut dapat juga digunakan sebagai pemetaan kesulitan belajar peserta didik dan perbaikan proses pembelajaran. Pedoman penilaian kompetensi pengetahuan ini dikembangkan sebagai rujukan teknis bagi pendidik untuk melakukan penilaian sebagaimana dikehendaki dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013.
Penilaian pencapaian kompetensi keterampilan merupakan penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik untuk menilai sejauh mana pencapaian SKL, KI, dan KD khusus dalam dimensi keterampilan. Sesuai dengan Permendikbud nomor 54 tahun 2013 tentang SKL dijelaskan bahwa dimensi keterampilan untuk satuan pendidikan tingkat SMP atau yang sederajat adalah lulusan memiliki kualifikasi kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain sejenis. SKL ini merupakan tagihan kompetensi minimal setelah peserta didik menempuh pendidikan selama 3 tahun atau lebih dan dinyatakan lulus.
Berdasarkan Permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian,  pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Secara ringkas, definisi ketiga entuk tes tersebut adalah sebagai berikut.
1) Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuaidengan tuntutan kompetensi.
2) Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputikegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secaratertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
3) Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengancara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalambidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untukmengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/ataukreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karyatersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkankepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
Hasil penilaian pengetahuan dan keterampilan dapat menggunakan skala 100 atau skala 4, tetapi pada buku raport dikonversi dalam huruf mutu Amat Baik (A), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (D).

RAPORT DALAM KURIKULUM 2013
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan menyebutkan bahwa hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada orang tua dan pemerintah. Laporan penilaian hasil pembelajaran oleh pendidik berbentuk:
1. Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi pengetahuan
2. Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi keterampilan.
3. Nilai dan deskripsi sikap mencakup sikap spiritual dan sikap sosial.
4. Penilaian oleh masing-masing pendidik secara keseluruhan dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk Laporan Pencapaian kompetensi Peserta Didik.
Penilaian oleh pendidik dilaksanakan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian oleh pendidik pada dasarnya digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, dasar memperbaiki proses pembelajaran, dan bahan penyusunan laporan kemajuan pencapaian kompetensi peserta didik.
Laporan pencapaian kompetensi peserta didik merupakan dokumen penghubung antara sekolah dengan orang tua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk mengetahui kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, laporan pencapaian kompetensi peserta didik harus komunikatif, informatif, dan komprehensif sehingga dapat memberikan gambaran mengenai pencapaian kompetensi peserta didik dengan jelas dan mudah dimengerti.

PENUTUP
Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Penyempurnaan dilakukan pada 4 elemen yaitu isi, proses, penilaian, dan kompetensi lulusan. Elemen yang nyaris belum pernah berubah sejak lahirnya kurikulum di Indonesia dan baru berubah pada kurikulum 2013 adalah dalam penilaian, khususnya dalam laporan penilaian.
Genderang implementasi kurikulum 2013 telah ditabuh oleh pemerintah, siapapun yang terkait dengannya maka mau tidak mau, atau siap tidak siap harus menyambutnya, mempersiapkan dirinya, dengan bersedia mengubah segala hal yang ada padanya sedemikian sehingga kurikulum tersebut dapat diimplementasikan sesuai dengan impian yang telah digambarkan dengan jelas.
Buku guru dan buku siswa disediakan secara gratis oleh pemerintah, sayangnya, distribusi buku dirasa lambat, karena selama diklat guru pada awal bulan Juni 2014 sampai dengan artikel ini ditulis (06/07/2014) baik buku guru maupun buku siswa belum sampai ke sekolah-sekolah. Padahal, analisis terhadap isi buku guru dan buku siswa mutlak dilakukan oleh guru sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung pada awal tahun pembelajaran yaitu tanggal 14 Juli 2014. Begitu juga penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) seluruhnya bergantung pada keberadaan buku guru dan buku siswa. Ini adalah catatan merah dalam implementasi kurikulum 2013.
>>Baca Selengkapnya:....

Saturday, 12 April 2014

Model Pembagian Tugas Guru Tingkat SMP Tahun 2014

Pembagian Tugas Guru SMP 2014.xlsx

Bulan juli yang merupakan awal tahun pelajaran untuk jenjang pendidikan dasar sudah di depan mata. Namun demikian, hingga saat ini belum ada petunjuk teknis tentang pelaksanaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006 secara fix, semua informasi masih bersifat informal yang 'katanya' disampaikan oleh pejabat dinas pendidikan kkabupaten.

Bagi sebagian guru yang bertugas membantu kepala sekolah menyusun pembagian tugas guru, hal ini menjadi merepotkan. Bagaimana tidak? Mereka harus segera membagi tugas guru, mendistribusikan guru sesuai dengan bidang tugas dan beban kerjanya, kemudian menyusun jadwal kegiatan pembelajaran.

Untuk itu, seyogyanya pemerintah perlu segera menerbitkan petunjuk teknis tentang struktur kurikulum tahun 2013 untuk jenjang dasar supaya sekolah dapat siap lebih awal menyambut implementasi kurikulum tersebut.

Nah, berikut ini saya ingin berbagi tentang pembagian tugas guru untuk jenjang SMP. Bagi guru yang membutuhkan silakan download, yang membutuhkan password, mohon email ke gunanto75@gmail.com. Mohon maaf untuk hal ini ya.

Unduh via Ziddu: Draft Pembagian Tugas Guru SMP 2014.xlsx
Unduh via G-Drive: Contoh Draft Pembagian Tugas Guru SMP TP. 2014/2015
>>Baca Selengkapnya:....

Thursday, 27 March 2014

Contoh Surat Keputusan (SK) Asesor Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB)



Surat menyurat sebagai bukti fisik otentik saat ini memang masih dianggap penting, terutama di Republik Indonesia tercinta kita. Sebagai orang yang 'disuruh' membuat surat administrasi kita kadang bingung harus menulis apa. Maka pada pos kali ini saya ingin berbagi tentang format SK Asesor PKG dan PKB sekolah.

Sebagai bagian administrasi, tentu saja dalam SK yang saya share ini masih memiliki beberapa kekurangan, namun demikian tentu sudah bisa dipakai untuk melengkapi administrasi sekolah dan bukti fisik bagi guru.

Langsung saja meluncur ke TKP, silahkan diunduh tautannya ya.
>>Baca Selengkapnya:....

Konsideran SK (Surat Keputusan) Pembagian Tugas


Hari ini saya ingin berbagi tentang administrasi, khususnya arsip persuratan. Dalam administrasi sekolah, setiap awal tahun pelajaran maka Tata Usaha atau guru (biasanya wakil akademik/kurikulum) selalu disibukkan dengan pembuatan Surat Keputusan (SK) Pembagian Tugas Guru.

Sebagai petugas, tentu kita ingin memiliki SK Pembagian Tugas yang terbaru/uptodate sehingga kevalidan atau keabsahan surat tersebut layak menjadi referensi data sekolah. Saya telah mencoba membuat konsideran SK pembagian tugas terbaru yang akan diberlakukan pada tahun pelajaran 2014/2015.

Berikut ini saya buatkan link-nya bagi yang membutuhkan silahkan download.
>>Baca Selengkapnya:....

Saturday, 2 November 2013

Pembelajaran Saintifik

Berikut ini contoh dari lima pengalaman belajar pokok peserta didik seperti yang tercantum dalam Lampiran IV: Pedoman Umum Pembelajaran dari Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum, yaitu: mengamati,  menanya, mengumpulkan informasi (mengeksplorasi, melakukan percobaan), mengolah informasi (mengasosiasi, menganalisis, menyimpulkan) dan mengomunikasikan hasil pengolahan informasi dalam proses pembelajaran matematika di SMP/MTs.

1.    Mengamati
Pengalaman belajar mengamati dapat dilakukan dengan cara membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat). Dalam matematika, objek matematika yang dipelajari peserta didik adalah buah pikiran manusia, sehingga bersifat abstrak.  Kegiatan mengamati objek matematika dalam matematika dapat dikelompokkan dalam dua macam kegiatan yang masing-masing mempunyai ciri berbeda, yaitu: (a) Mengamati fenomena dalam lingkungan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan objek matematika tertentu, (b) Mengamati objek matematika yang abstrak.
a.    Mengamati fenomena lingkungan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan topik matematika tertentu
Fenomena adalah hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindera dan dapat dijelaskan serta dinilai secara ilmiah. Melakukan pengamatan terhadap fenomena dalam lingkungan kehidupan sehari-hari  tepat dilakukan ketika peserta didik belajar hal-hal yang terkait dengan topik-topik matematika yang pembahasannya dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari secara langsung.
Fenomena yang diamati akan menghasilkan pernyataan  yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Selanjutnya pernyataan tersebut dituangkan dalam bahasa matematika atau menjadi pembuka dari pembahasan objek matematika yang abstrak.
b.    Mengamati objek matematika yang abstrak
Kegiatan mengamati objek matematika yang abstrak sangat cocok untuk peserta didik yang mulai menerima kebenaran logis. Peserta didik tidak mempermasalahkan kebenaran pengetahuan yang diperoleh, walaupun tidak diawali dengan pengamatan terhadap fenomena. Kegiatan mengamati seperti ini lebih tepat dikatakan sebagai kegiatan mengumpulkan dan memahami kebenaran objek matematika yang abstrak. Hasil pengamatan dapat berupa definisi, aksioma, postulat, teorema, sifat, grafik dan lain sebagainya.
Pengalaman belajar mengamati ini diharapkan dapat memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan dan melatih kesungguhan, ketelitian, dan kemampuan mencari informasi.

2.    Menanya
Setelah terjadi proses mengamati, pengalaman belajar peserta didik berikutnya yang difasilitasi guru adalah pengalaman belajar menanya. Pengalaman belajar tersebut dimaknai sebagai menanya dan mempertanyakan terhadap hal-hal yang diamati. Terjadinya kegiatan’menanya’ oleh peserta didik dapat disebabkan oleh karena belum dipahaminya hal-hal yang diamati, atau dapat pula karena ingin mendapatkan informasi tambahan tentang hal-hal yang diamati.
Agar proses menanya oleh peserta didik semakin hari berjalan semakin lancar dan berkualitas, guru dapat memfasilitasi dengan pancingan pertanyaan-pertanyaan yang berfungsi menggiring peserta didik untuk mempertanyakan hal-hal yang diamati. Berhubung objek kajian matematika yang dipelajari bersifat abstrak, sementara taraf berpikir peserta didik usia SMP/MTs masih dalam taraf peralihan dari tingkat konkret menuju abstrak (formal), maka hal itu menjadi penting demi memelihara terwujudnya proses pembelajaran mengamati dan menanya yang berkualitas dan efektif.
Menurut Bell (1978), objek kajian matematika yang dipelajari peserta didik selama belajar di SMP/MTs dapat berupa fakta (matematika), konsep (pengertian pangkal, definisi), prinsip (teorema, rumus, sifat), dan skill (algoritma/prosedur).  Fakta, konsep, prinsip, skill tersebut adalah buah fikiran manusia, sehingga bersifat abstrak.  Dalam mempelajari konsep atau prinsip matematika yang tergolong sebagai pengetahuan, sebagaimana disampaikan oleh Piaget (Wadsworth, 1984) sangat perlu dipertimbangkan tingkat berpikir peserta didik  SMP/MTs yang masih dalam peralihan dari tingkat operasional konkret ke operasional formal. Proses pembelajaran untuk memahami konsep dan prinsip matematika perlu dikelola dengan langkah-langkah pedagogis yang tepat dan difasilitasi media tertentu agar buah pikiran yang abstrak tersebut dapat dengan mudah dipahami peserta didik. Langkah pedagogis dan penggunaan media tersebut menuntut peserta didik dan guru terlibat dalam pertanyaan-pertanyaan yang menggiring pemikiran peserta didik secara bertahap, dari yang mudah (konkret) menuju ke yang lebih kompleks (abstrak) sehingga akhirnya diharapkan pengetahuan mudah diperoleh oleh peserta didik sendiri dengan bimbingan guru.
Dalam hal mempelajari keterampilan berprosedur matematika, kecenderungan yang ada sekarang adalah peserta didik gagal menyelesaikan  suatu masalah matematika jika konteksnya berbeda, walupun hanya sedikit perbedaannya. Ini terjadi karena peserta didik cenderung menghafal algoritma atau prosedur tertentu. Pada diri peserta didik tidak terbangun kreativitas dalam berprosedur.  Kreativitas berprosedur dapat dibangkitkan dari pemberian pertanyaan yang tepat. Pertanyaan-pertanyaan didesain agar peserta didik dapat berpikir tentang  alternatif-alternatif jawaban atau alternatif-alternatif cara berprosedur.  Dalam hal ini guru diharapkan agar menahan diri untuk tidak memberi tahu jawaban pertanyaan. Apabila terjadi kendala dalam proses menjawab pertanyaan, atau diprediksi terjadi kendala dalam menjawab pertanyaan, guru dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan secara bertahap yang mengarah pada diperolehnya jawaban pertanyaan oleh  peserta didik sendiri. Di sinilah peran guru dalam memberikan scaffolding atau ‘pengungkit’ untuk memaksimalkan ZPD (Zone Proximal Development) yang ada pada peserta didik (Chambers, 2007)
Adanya pertanyaan-pertanyaan yang tepat dari guru guna membimbing dan menggiring peserta didik agar mampu menanya dan mempertanyakan informasi-informasi yang terkait hal-hal yang diamati, diharapkan lama kelamaan pada diri peserta didik akan berkembang dan terbangun sikap kritis, logis dan kreatif. Kecuali itu, melalui pengalaman menanya dan memepertanyakan ini akan semakin terasah kemampuan memformulasikan pertanyaan yang akan berdampak pada terampilnya kemampuan merumuskan masalah.

3.    Mengumpulkan informasi
Setelah terjadi proses menanya, pengalaman belajar peserta didik berikutnya yang difasilitasi guru adalah pengalaman belajar mengumpulkan informasi. Pengalaman belajar tersebut diperoleh antara lain melalui kegiatan melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas, melakukan wawancara dengan nara sumber. Dari kegiatan mengumpulkan informasi ini data-data yang selanjutnya siap diolah, dihubung-hubungkan antara data yang satu dengan yang lainnya (diasosiasikan), dianalisis dan dinalar. Dari pengalaman belajar mengumpulkan informasi ini diharapkan akan berkembang dan terbangun sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat pada diri peserta didik.

4.    Mengolah informasi atau mengasosiasikan
Setelah mengalami proses mengamati, menanya, dan mengumpulkan informasi maka pengalaman belajar pokok berikutnya adalah mengolah informasi atau mengasosiasikan. Kegiatan mengolah informasi dimaknai sebagai mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi, sedangkan proses pengolahan informasi dapat terjadi  dari  yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda atau bahkan bertentangan.
Kegiatan mengolah informasi ini diharapkan dapat mefasilitasi berkembang dan terbangunnya sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.
Dalam pengalaman belajar mengolah informasi ini terdapat pengalaman mengasosiasikan data yang satu dengan data yang lain, dan juga pengalaman menalar yang akan banyak digunakandalam kehidupan sehari-hari atau dalam mempelajari mata pelajaran lain. Apakah yang dimaksud dengan proses menalar atau penalaran? Secara umum dapat dikatakan bahwa penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Dalam proses pembelajaran matematika, pada umumnya proses menalar terjadi secara simultan dengan proses mengolah atau menganalisis informasi kemudian diikuti dengan proses menyajikan atau mengkomunikasikan hasil penalaran sampai kemudian diperoleh suatu simpulan.
Ada dua cara menalar, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Penalaran induktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari fenomena khusus untuk hal-hal yang bersifat umum. Kegiatan menalar secara induktif lebih banyak berpijak pada hasil pengamatan inderawi atau pengalaman empirik.  Penalaran deduktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari pernyataan-pernyataan atau fenomena yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus. Cara kerja menalar secara deduktif adalah menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk kemudian dihubungkan ke dalam bagian-bagiannya yang khusus. Penalaran yang paling dikenal dalam matematika terkait penarikan kesimpulan adalah modus ponen, modus tolen dan silogisme.
Sesuai dengan tingkat berpikirnya,  peserta didik SD/MI dan SMP/MTs yang umumnya dalam tingkat berpikir operasional konkret dan peralihan ke tingkat operasional formal, sehingga cara memperoleh pengetahuan matematika pada diri peserta didik SD/MI dan SMP/MTs banyak dilakukan dengan penalaran induktif, sedangkan untuk peserta didik SMA/MA sudah mulai banyak dilakukan dengan penalaran deduktif.

5.    Mengomunikasikan
Setelah mengalami proses mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah informasi maka pengalaman belajar pokok berikutnya adalah mengkomunikasikan yang dimakanai sebagai kegiatan menyampaikan hasil pengamatan, atau  kesimpulan yang telah diperoleh berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.
Kurikulum 2013 dilaksanakan antara lain guna menyiapkan peserta didik agar eksis mengarungi hidupnya dalam abad 21 ini. Salah satu ciri abad 21 adalah bahwa komunikasi dapat dilakukan dari dan ke mana saja. Akibatnya, proses menyelesaikan suatu masalah dalam kehidupan di abad 21 dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan fasilitas komunikasi seperti tersebut. Pengoptimalan tersebut dapat terjadi antara lain karena dalam era komunikasi yang seperti itu, sinergi dan kolaborasi antar insan menjadi mudah terlaksana. Kata kuncinya di sini adalah terjadinya sinergi dan kolabirasi. Mengingat hal itu maka dalam memfasilitasi peserta didik dengan lima pengalaman belajar pokok tersebut, guru perlu menciptakan pembelajaran yang kolaboratif antara guru dan peserta didik atau antar peserta didik. Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal, lebih dari sekadar melaksanakan suatu teknik pembelajaran kelompok di kelas. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja sedemikian rupa untuk memudahkan usaha kolektif dalam rangka mencapai tujuan bersama (Kemdikbud, 2013).
Dalam kegiatan pembelajaran kolaboratif, fungsi guru lebih sebagai manajer belajar dan peserta didik aktif melaksanakan proses belajar. Dalam situasi  pembelajaran kolaboratif antara guru dan peserta didik atau antar peserta didik, diharapkan terjadi peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing, sehingga pada diri peserta didik  akan tumbuh rasa aman, yang selanjutnya akan memungkinkan peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama.
Dalam pembelajaran matematika di SMP/MTs, membentuk jejaring dapat dilaksanakan dengan memberi  penugasan-penugasan belajar secara kolaboratif. Penugasan kolaboratif dapat dilaksanakan pada proses mengamati, menanya, menalar atau mencoba. Selain belajar mengasah sikap empati, saling menghargai dan menghormati perbedaan, berbagi, dengan diterapkannya pembelajaran kolaboratif maka bahan belajar matematika yang abstrak diharapkan menjadi lebih mudah dipahami peserta didik.
>>Baca Selengkapnya:....

Thursday, 3 October 2013

Materi Pembelajaran Berbasis IT

Berikut ini saya muat beberapa file PowerPoint untuk pembelajaran di dalam kelas. Semoga bermanfaat.
1. Matematika
2. IPA
3. Bahasa Inggris
4. Bahasa Indonesia
5. IPS
6. TIK
7. Pendjas
8. Pendidikan Agama
9. Seni Budaya
10. PKn
11. Bahasa Lampung
>>Baca Selengkapnya:....

Friday, 27 September 2013

Hasil Ulangan dan Analisis Butir Soal

Berikut ini hasil Ulangan dan Analisis Butir, silahkan didownload tetapi mungkin dipassword. Untuk password, minta via email ke gunanto75@gmail.com. Terima kasih.

1. Hasil Ulangan Tengah Semester (UTS) Kelas 7 Semester 1 TP 13/14 (dipassword): Download
2. Analisis Hasil UTS Kelas 7 Semester 1 TP 13/14 (tidak dipassword):   Download

=== MASTER PENULISAN SOAL : Download

>>Baca Selengkapnya:....

Monday, 27 May 2013

Persiapan Guru Kelas dan Guru Matematika Menyongsong Kurikulum Tahun 2013

Hari ini, Senin tanggal 27 Mei 2013, bersumber dari beberapa laman website salah satunya http://www.tempo.co/read/news/2013/05/26/079483324/ICW-Kurikulum-2013-Belum-Siap, memberitakan bahwa Pemerintah akan mengesahkan jadi atau tidaknya pelaksanaan kurikulum 2013.

Apa yang mesti disiapkan guru menyongsong kurikulum baru tersebut??
Ada beberapa hal pokok, yaitu:

1.    Perlu disusun buku SD (suplemen) KELAS I-III :
-    TEMATIK INTEGRATIF melibatkan bidang Matematika
-    Mendukung pembelajaran yang secara simultan meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan perilaku (attitute)
-    Sebagian materi diberi tahu (guided) sebagian besar mencari tahu (guided invention)

2.    Perlu disusun buku matematika SD (suplemen) KELAS IV-VI yang:
-    Mendukung pembelajaran yang secara simultan meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan perilaku (attitute)
-    Sebagian materi diberi tahu (guided) sebagian besar mencari tahu (guided invention)

3.    Perlu disusun buku matematika SMP (suplemen) yang:
-    Mendukung pembelajaran yang secara simultan meningkatkan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills), dan perilaku (attitute)
-    Sebagian materi diberi tahu (guided) sebagian besar mencari tahu (guided invention)

4.    Perlu disusun buku matematika SMP (suplemen) yang:
-    Mendukung pembelajaran yang secara simultan meningkatkan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills), dan perilaku (attitute)
-    Sebagian materi diberi tahu (guided) sebagian besar mencari tahu (guided invention)

5.    Bagaimana cara mengajar yang dapat
-    Meningkatkan secara simultan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills) dan perilaku (attitute)
-    Meningkatkan kemampuan guided invention

6.    Bagaimana membuat assesment yang cocok untuk
-    Mengukur meningkatan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill), dan perilaku (attitute)
-    Mengukur kemampuan guided invention 

7.    Apakah Ujian Nasional dalam bentuk pilihan berganda masih sesuai dengan Kurikulum 2013?
-    Mestinya tidak semuanya pilihan berganda.

8.    Contoh soal yang sesuai dengan kurikulum Tahun 2013:


>>Baca Selengkapnya:....

Saturday, 2 February 2013

Sifat-Sifat Guru Yang Harus Dikembangkan


  1. Mau bekerjasama dan demokratis
  2. Ramah tamah dan suka mendengarkan orang lain
  3. Sabar
  4. Luas pandangan dan menaruh perhatian pada orang lain
  5. Penampilan pribadi yang menyenangkan dan sopan santun
  6. Jujur
  7. Suka humor
  8. Kemampuan kerja yang baik dan konsisten
  9. Menaruh perhatian pada problem-problem siswa
  10. Fleksibel dalam cara mengajar
  11. Bisa menggunakan pujian dan mau memperbaiki
  12. Pandai sekali dalam mengajar pada bidang studi/ mata pelajaran
>>Baca Selengkapnya:....

Sifat Yang Harus Dihindari Oleh Guru


  1. Memiliki kebiasaan terlambat
  2. Malas bekerja
  3. Pulang sebelum waktunya
  4. Hanya berpikir tentang hak
  5. Memiliki kecenderungan protes
  6. Selalu curiga
  7. Suka menghilang dalam jam kerja
  8. Santai dalam bekerja
  9. Suka memprovokasi teman
  10. Suka menunda-nunda pekerjaan
  11. Disiplinnya rendah
  12. Bekerja asal-asalan
  13. Lari dari tanggung jawab
  14. Pura-pura sibuk
  15. Suka menggunakan alasan sakit
  16. Senang kalau atasannya pergi
  17. Mahir cari alasan
  18. Suka bohong
  19. Suka menjual nama orang lain
>>Baca Selengkapnya:....

Ciri Orang yang Berpikir Positif

1.       Selalu bersyukur
2.       Selalu berpikiran positif.
3.       Cepat menghilangakan pikiran negatif.
4.       Pikirannya selalu terbuka terhadap saran maupun ide
5.       Selalu menggunakan bahasa tubuh yang positif.
6.       Tidak mendengarkan gosip/isu yang tidak jelas asal usulnya.
7.       Langsung bertindak
8.       Peduli pada citra diri (inner beauty).
>>Baca Selengkapnya:....

Thursday, 31 January 2013

Beginilah gambaran perubahan pada elemen kurikulum 2013 yang baru


Elemen Deskripsi
SD SMP SMA SMK
Struktur Kurikulum (Matapelajaran dan alokasi waktu) •Holistik dan integratif berfokus kepada alam, sosial dan budaya •TIK menjadi media semua matapelajaran •Perubahan sistem: ada matapelajaran wajib dan ada matapelajaran pilihan •Penyesuaian jenis keahlian berdasarkan spektrum kebutuhan saat ini
•Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan sains •Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler •Terjadi pengurangan matapelajaran yang harus diikuti siswa •Penyeragaman mata pelajaran dasar umum
•Jumlah matapelajaran dari 10 menjadi 6 •Jumlah matapelajaran dari 12 menjadi 10 •Jumlah jam bertambah 2 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran •Produktif disesuaikan dengan tren perkembangan Industri
•Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran •Jumlah jam bertambah 6 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran •Pengelompokan mata pelajarn produktif sehingga tidak terlau rinci pembagiannya

Proses Pembelajaran • Standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta.
•Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat
•Guru bukan satu-satunya sumber belajar.
•Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan
•Tematik dan terpadu •IPA dan IPS masing-masing diajarkan secara terpadu •Adanya mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai dengan bakat dan minatnya •Kompetensi keterampilan yang sesuai dengan standar industri

Penilaian •Penilaian berbasis kompetensi
•Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]
•Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)
•Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL
•Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian
•Ekstrakurikuler •Pramuka (wajib) •Pramuka (wajib)
•UKS •OSIS
•PMR •UKS
•Bahasa Inggris •PMR
•Dll
•Perlunya ekstra kurikuler partisipasi aktif siswa dalam permasalahan kemasyarakatan (menjadi bagian dari pramuka)
>>Baca Selengkapnya:....